Gedung setinggi 13 lantai itu terlihat gelap, seperti sudah tidak ada kehidupan lagi di dalamnya. Sudah pukul 23.30, memang bukan saat yang lazim untuk terus bekerja.
Langit malam begitu gelap dihiasi gerimis yang sudah membasahi kota ini sedari siang.
Tidak terdeteksi dari luar, di dalam gedung masih bertahan sebuah kehidupan, di lantai 11. Seorang workaholic bernama YBH yang terus bekerja hingga pagi menjelang. Seorang diri. Tanpa ditemani pramubakti atau petugas security.
“Wah, udah hampir tengah malam. Sebentar lagi dia datang. Untung pramubakti dan security tadi mau aja disuruh pulang duluan. Mau dandan dulu ah…” si workaholic itu bergumam pada diri sendiri, berdiri di pinggir jendela sambil memandang ke luar.
Pandangannya tertuju pada sebuah gedung tua yang mangkrak – belum selesai pembangunannya. Gedung kosong, tanpa dihuni seorang manusiapun. Bertahun-tahun.
Tidak lama kemudian, jam berdenting tepat pukul 00.00.
Si workaholic telah selesai bersiap-siap dengan dandanan terbaiknya. Bersiap menyambut sang pujaan hati. Dia kembali berdiri di pinggir jendela. Dan tak lama kemudian tampak sesosok bayangan putih melayang dari gedung kosong, tepat menuju ke arahnya.
Bayangan itu terus melayang menembus jendela, dan berhenti tepat di samping si workaholic.
Mereka berdua berdiri, masih di pinggir jendela, saling memandang.
Si workaholic tersenyum dan berbisik, “kenapa lama sekali? Aku sudah menunggumu berjam-jam”….
Showing posts with label fiksi. Show all posts
Showing posts with label fiksi. Show all posts
Monday, 22 November 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)